Tuesday, November 13, 2012

The Most Precious Moment


Hah sudah dua tahun hal itu berlalu. Tetapi sampai detik ini aku masih merasakan ketegangan yang ada setiap pagelaran ini berlangsung. Aku merasakan kembali diriku ada di atas sana. Seakan mungkin aku tidak mau mengakui dan menyadari bahwa disana akan ada yang menggantikanku. Terkesan munafik. Tetapi sebenarnya bukan itu. Hal ini lebih karena 'kenangan' tersebut sulit untuk dilupakan begitu saja. Salah satu bagian yang bersejarah tentunya.

Yap.. Pemilihan Puteri Indonesia Bengkulu dua tahun silam (2010). Mendebarkan. Akhirnya hal yang mungkin sewaktu kecil aku inginkan dapat terwujud saat itu. Mahkota itu pada akhirnya disematkan padaku. Tongkat itu juga merupakan kebanggaanku pada saat itu. Rasa syukur (lagi-lagi) berlimpah ruah, tak karuan. Ingin menangis, tersenyum lebar, bahkan berteriak "WAAAHH AKU MENANG!", semua itu ingin sekali aku lontarkan dalam sekali waktu. Tetapi justru yang aku lakukan hanya terseyum penuh haru. Air mata pun tidak keluar seingatku. Satu yang aku tahu, mataku hanya memerah dan terasa panas, hampir seluruh tubuh ini berkeringat tanda tidak tahu harus bagaimana saat itu. Aku bersyukur, hanya bersyukur.



Lambaian tangan pertama, kaku memang, tetapi harus bagaimana pun aku tidak tahu. Secara tersirat yang mungkin ingin aku sampaikan pada saat itu adalah ribuan terimakasih kepada semua yang telah hadir di ruangan itu dan menjadi saksi pada momen bersejarah dalam hidupku.




 KARANTINA PUTERI INDONESIA 2010

Di akhir bulan September 2010, akhirnya aku bisa bertemu dengan seluruh wanita terpilih dari penjuru negeri ini. Walaupun kami datang untuk bersaing, tetapi seingatku tidak sedikitpun tercium aroma persaingan disana. Kami berkenalan, berteman, bersahabat, seakan merasa seperjuangan, kami pun menjalin keakraban.Sepuluh hari dan tentu aku sangat menikmatinya.


 Ini gaun malam yang kami (district Sumatera) akan kenakan sewaktu Malam Grand Final. Colourful. Sungguh indah bukan?


Banyak sekali pengalaman sekaligus pembelajaran yang aku dan teman-teman finalis dapatkan pada saat itu. Salah satunya catwalk lesson dan choreography.


8 Oktober 2010, Malam Puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2010 berlangsung. 
That's what I looked like.

PEMILIHAN PUTERI INDONESIA 2011

Dan waktu begitu cepat berlalu rasanya. Di tahun 2011 lalu, akhirnya aku pun menyerahkan mahkota itu kepada puteri terpilih (Puteri Indonesia Bengkulu 2011). Aku akhirnya melakukan Last Walk sebagai Puteri Indonesia Bengkulu 2010. Banyak mata yang memerhatikanku pada saat itu. Tetapi anehnya, tidak ada sedikitpun rasa tegang terlihat di wajahku. Percaya diri sekali rasanya. Semua beban tanggung jawab yang selama ini aku pikul tiba-tiba terasa ringan. Walaupun tidak bisa aku pungkiri ada juga terbesit rasa sedih yang mendera batinku. Tidak akan cukup sampai disini tentunya. Aku adalah aku tanpa harus men'ada-ada'kan siapa aku. Ya, aku akan terus melangkah maju untuk sesuatu yang baru di depanku. Cita-cita yang sudah aku rencanakan sejak lama akan aku jadikan nyata. Banyak harapan disana. Semoga aku bisa menggapainya.
 
PEMILIHAN PUTERI INDONESIA BENGKULU 2012/2013

10 November 2012, terima kasih Bengkulu, terima kasih semuanya. Foto ini akhirnya ada di deratan foto 'mantan' Puteri Indoensia Bengkulu di malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia Bengkulu 2012/2013. Selamat kepada puteri terpilih (Puteri Indonesia Bengkulu 2012/2013) dan semoga dapat mengemban tugas ini dengan sebaik-baiknya.

No comments:

Post a Comment

What I think about The Rise of E-commerce Companies in Modest Fashion Industry in Indonesia

Courtesy: Zaura Models Composite Photo: Alexo Picture Wardrobe: Pret A Porter by Barli Asmara After the strict prohibition in public ...