Friday, November 25, 2016

Delia von Rueti dan Taman Hutan Hujan Tropis Pertama di Indonesia

Andai saja sebagian besar orang berpunya di Indonesia berani mengambil resiko tanpa pamrih mendonasikan sedikit lahan mereka untuk dijadikan konsumsi publik, alias tidak mendapatkan keuntungan sepersen pun, bukan untuk “ditanami” kompleks elit, gedung tinggi, pusat perbelanjaan, atau untuk tujuan komersil lainnya, tetapi “ditanami” pohon-pohon, mungkin kota-kota besar tidak akan mengalami bencana tahunan seperti banjir. 

Adalah Delia von Rueti yang telah mendedikasikan tanah pribadi seluas 2.500 hektar untuk lahan konservasi dan bisa dinikmati publik luas. Seorang desainer perhiasan yang juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Lahan tersebut berada di Muara Teweh, hanya sekitar 7 km dari Bandar Udara Baringin, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Acara bertajuk Love and O2 Media Gathering, bertempat di Grand Hyatt Hotel Jakarta dua hari lalu (23/11/2016), merupakan titik kesadaran bagi kita, bahwa di dunia ini masih ada sosok manusia yang mencintai buminya. Dalam pertanyaan hipotetik yang biasa beredar "Apa yang kamu lakukan jika kamu punya uang jutaan dolar?", Pada kasus ini Delia memberikan contoh yang tidak biasa.

Siapakah Delia? Selain berprofesi sebagai artis/desainer perhiasan yang karyanya telah dikenakan oleh banyak nama-nama besar, seperti keluarga Al-Fayed, Michelle Yeoh, Sharon Stone, Delia juga dikenal sebagai philanthropist, pegiat agrikultural dan memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Di sela kesibukan yang padat menjalani berbagai kegiatan sosial dan bisnis, Delia adalah seorang ibu dari tiga anak perempuan, Sarah, Kayla, dan Karina dari hasil pernikahannya dengan bankir asal Swiss, Patrick von Rueti. Mereka kini tinggal di antara tiga tempat, yaitu Bali, London, dan Zurich.

“Action speaks louder than words” adalah salah satu filosofi hidup yang dipegang oleh wanita yang tumbuh besar di kawasan perkebunan Pematang Siatar (Sumut) ini. Meskipun kini ia mengaku banyak menghabiskan waktu di Negara Barat, namun tidak sekalipun ia melupakan kisah Delia kecil yang semasa hidupnya tumbuh di kalangan keluarga sederhana. Memori masa kecil, ia berlari-lari di antara rerimbunan pohon sewaktu menemani orang tua berkerja, menjadikan dirinya memiliki hasrat besar untuk mewujudkan mimpi membangun taman hutan hujan tropis pertama di Indonesia. "This is not a charity. It is my charity to my beloved nation, Indonesia", ungkap Delia dalam kata sambutannya.

Dengan gerakan 1 T-shirt for 1 Tree, yang ia desain sendiri bajunya dan akan dijual seharga Rp 100.000, nantinya seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk membantu penanaman pohon serta pemeliharaan taman. Taman hutan hujan tropis tersebut adalah milik kita bersama dan dapat dinikmati secara gratis oleh semua kalangan. Mereka yang ingin sekedar berekreasi bersama keluarga, orang tua yang ingin mengajarkan anaknya tentang alam, atau individu yang ingin melakukan penelitian, siapapun boleh berkunjung ke sana. Delia mengaku tidak akan menyewa security yang ketat. Ia percaya bahwa publik memiliki kesadaran penuh untuk menjaga taman dari kerusakan.

Komunitas Love and O2 dan gerakan 1 T-shirt for 1 Tree ini didukung oleh banyak pihak, dari public figure, politisi, hingga para petinggi pemerintahan, dari warga, kepala adat, kepala desa hingga gubernur setempat. Salah satu di antara mereka adalah Yeni Wahid, putri dari mantan Presiden RI Abdul Rahman Wahid, juga sejumlah nama-nama public figure seperti Teuku Zacky, Titi DJ, Aming-Evelyn, Titi Rajo Bintang dan masih banyak lagi. Gerakan yang disponsori oleh Wardah ini, juga diharapkan dapat turut memberi kontribusi pada setiap lapisan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Untuk info lebih lanjut, dapat dilihat di akun resmi instagram atau facebook, dan website www.loveando2.love.


Terkait tema ini, saya jadi teringat dan ingin menyarankan teman-teman untuk menonton Before the Flood, film dokumenter mengenai dampak global warming yang dipandu oleh aktor Leonardo Dicaprio. The movie is exceptionally touching, karena menyuguhkan cuplikan nyata bahwa global warming memang sedang melanda kehidupan manusia. Sadar atau tidak, inilah kenyataan kondisi bumi yang kita hidupi. Sebagai organisme yang selamanya bergantung kepada persediaan sumber daya bumi, sudah sewajarnya kita menyadari hal ini dan mulai mengubah kebiasaan dari yang paling kecil agar hidup menjadi lebih ramah lingkungan, misalnya mulai menanam pohon di pekarangan rumah. Bukan untuk sekarang saja, tetapi dampak ini akan dirasakan oleh generasi selanjutnya. 

Beberapa dokumentasi acara 
Love and O2 Media Gathering

Delia von Rueti dalam menyampaikan kata sambutan 


Beberapa tamu dan awak media yang hadir


Salah satu contoh desain kaos "1 T-shirt untuk 1 pohon"


Delia bersama Titi DJ dan Teuku Zacky memamerkan desain kaos


Teuku Zacky


Titi DJ


Evelyn-Aming-Titi DJ


Foto bersama: Delia dan suami serta para sahabat yang mendukungnya


by: Seradona A.

No comments:

Post a Comment

What I think about The Rise of E-commerce Companies in Modest Fashion Industry in Indonesia

Courtesy: Zaura Models Composite Photo: Alexo Picture Wardrobe: Pret A Porter by Barli Asmara After the strict prohibition in public ...