Sunday, November 27, 2016

[TED Talks] Cameron Rusell: Looks aren't everything. Believe me, I'm a model

Di Minggu malam ini saya mau berbagi ulasan TED Talks favorit saya sejak jaman kuliah dulu tentang seorang model yang blak-blakan berbicara tentang persepsi orang mengenai kecantikannya dan apa yang ia rasakan tentang itu.



Cameron memulai presentasinya dengan mengenakan baju ala model, kemudian dia mengatakan pada penonton di sana kalau dia merasakan ada rasa janggal terhadap dirinya yang mengenakan short dress dan high heels. Dia pun langsung mengenakan rok tambahan, sweater, dan mengganti sepatunya dengan flat shoes sambil berkata bahwa dia sengaja melakukan hal tersebut untuk menunjukkan pada kita betapa cepatnya orang lain akan berubah persepsi terhadap dirinya dalam 10 detik hanya karena pergantian penampilan saja. Dan benar saja, aura yang dia tunjukkan menjadi berbeda seketika seperti yang bisa dilihat pada foto artikel ini. Kemudian dia melanjutkan dengan menyampaikan ide utama dari presentasinya betapa sebuah image itu sangat powerful, namun di saat yang bersamaan image itu juga sangat dangkal.

Cameron kemudian mengaku bahwa berada di depan penonton saat itu membutuhkan keberanian karena ia akan berbicara secara jujur tanpa basa-basi mengenai penampilan cantiknya. Ia mengatakan bahwa menjadi model itu seperti menang undian genetik berhadiah, tidak ada orang yang bisa memilih dilahirkan dengan standar kecantikan masyarakat. Dia juga mengatakan bahwa bercita-cita menjadi model itu sama dengan bercita-cita mendapatkan undian berhadiah, sebuah rencana yang sangat tidak pasti jalan karirnya, mengapa tidak bercita-cita untuk menjadi bos-nya model saja? Cameron lalu menunjukkan perbandingan foto-fotonya di sampul majalah dan foto-fotonya dalam kehidupan sehari-hari. Tampak betul perbedaan antara dirinya di majalah dan di kehidupan nyata, ia mengatakan bahwa yang di majalah bukanlah image dirinya, tapi image yang dibentuk oleh desainer, fotografer, makeup artist, penata gaya, dan semua orang yang punya kepentingan dalam bisnis. 

Banyak orang beranggapan bahwa model itu enak selalu dapat banyak barang gratis (endorse, goodies) dari merek-merek ternama. Cameron mengiyakan anggapan tersebut, ia juga mengatakan ada barang gratis lainnya yaitu perlakuan baik dari orang lain, perlakuan baik itu termasuk polisi yang membebaskan dia dari surat tilang, pemilik toko yang memberi baju gratis karena dompetnya tertinggal di mobil. Namun di saat yang sama di Amerika banyak orang yang non-kulit putih dicegat oleh polisi dan dicurigai oleh masyarakat tanpa sebab. Sebuah perlakuan yang tidak adil hanya karena penampakan seseorang.

Banyak orang juga beranggapan bahwa model itu hidupnya selalu bahagia dengan pekerjaannya yang menyenangkan ditambah perjalanan ke luar negeri gratis ketika ada show di sana. Namun Cameron mengatakan bahwa itu hanya separuh ceritanya saja, andaikata penonton tahu, model itu adalah makhluk yang paling insecure dengan penampilannya di dunia ini. Di dalam pikiran mereka, mereka selalu ingin tampak cantik dan selalu ingin menambah kecantikannya dengan fake tanning, mengecilkan paha yang sudah sekecil pensil ujian 2B, dll. 

Akhirnya ia menutup presentasinya dengan mengatakan bahwa sulit baginya untuk berbicara di depan penonton saat ini karena seakan-akan ia dengan sombongnya berkata "Lihat betapa cantiknya saya tapi saya tidak bahagia lho!". Tapi itulah inti dari presentasi dia, Cameron ingin menyampaikan betapa kekuatan image itu bermain-main dengan persepsi kita mengenai apa itu bahagia dan apa itu tidak bahagia, apa itu sukses dan apa itu gagal. Pikiran dan perilaku kita terbentuk hanya karena apa yang tampak di mata kita tanpa repot-repot mau mengetahui pribadi-pribadi yang ada di sekitar kita. 

Buat kamu yang mau nonton videonya langsung bisa cek di sini: 
Cameron Rusell: Looks aren't everything. Believe me, I'm a model


Semoga bermanfaat!

by: Seradona A.

No comments:

Post a Comment

What I think about The Rise of E-commerce Companies in Modest Fashion Industry in Indonesia

Courtesy: Zaura Models Composite Photo: Alexo Picture Wardrobe: Pret A Porter by Barli Asmara After the strict prohibition in public ...