Thursday, June 8, 2017

BEKRAF Luncurkan Buku Indonesia Trend Forecasting 2017-2018 [GRATIS]

Instalasi desain bertema Archery (Bentukan dari Bumi), salah satu tema yang diangkat di tahun ini

Saya sempat diundang Indonesia Fashion Chamber (IFC) dalam acara peluncuran buku Indonesia Trend Forecasting oleh Bekraf. Bertempat di Lotte Avenue Kuningan, Jakarta Selatan. Acaranya sangat Indonesiawi dan unik. Disambut dengan suguhan coffee break dan makan siang prasmanan yang kental akan ciri khas masakan Indonesia, mulai dari menu utama hingga hidangan penutupnya. Di tambah lagi, kita bisa ikut menyaksikan sejumlah instalasi menarik yang merupakan representasi tema desain di sekeliling ruangan, Suatu kebanggan buat saya tentunya dapat turut menjadi saksi lahirnya buku yang dinanti-nanti para pelaku industri ekeonomi kreatif tanah air. Silakan simak artikel yang saya tulis khusus di website wrdnfashionindo.com mengenai acara ini. Penting buat para pemerhati dan pelaku dalam industri ekonomi kreatif Indonesia untuk tahu tentang tema dengan nuansa apa yang akan menghiasi dunia desain saat ini.

.......................


“Dengan memahami gaya hidup masyarakat, para produsen dapat menghasilkan produk-produk yang memang diinginkan oleh para konsumennya. Maka, diperlukan suatu riset trend forecasting yang berkaitan langsung dengan perubahan pola pikir masyarakat (konsumen) global,” menurut Dina Midiani, selaku desainer dan salah satu perwakilan dari tim Indonesia Trend Forecasting 2017.


Bicara soal tren bukan semata-mata meneliti mengenai perubahan elemen desain seperti warna, bentuk, tekstur, dan volume. Namun, lebih kepada kejelian memahami pesatnya perubahan dinamika gaya hidup dan pola pikir masyarakat dalam berbagai aspek umum kehidupan seperti sosial, politik, ekonomi, isu lingkungan, hingga perkembangan teknologi. Perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu tantangan tersendiri bagi para pelaku industri ekonomi kreatif dalam mengasah kreativitasnya.

Di era digitalisasi seperti saat ini, arus penyebaran informasi begitu luas dan sulit terkendali. Setiap orang dapat dengan mudah mengutarakan pendapatnya, juga menyebarluaskan pesan di dunia maya. Tidak jarang banyak ditemukan informasi yang dimanipulasi hingga kebenarannya penuh teka-teki. Ini mengakibatkan kita sulit membedakan mana yang benar dan salah. Batas hitam dan putih pun menjadi samar. Situasi penuh kesimpangsiuran atau ketidakpastian inilah yang melatarbelakangi prediksi tren desain Indonesia di tahun 2017/2018, yang kemudian dirancang dalam satu kesatuan buku bertemakan “Grey Zone” dan diterjemahkan dalam berbagai tawaran desain meliputi empat subsektor ekonomi kreatif, yaitu interior, produk, fesyen, dan kriya.
sumber: www.bekraf.go.id

Melalui peluncuran buku Indonesia Trend Forecasting 2017/2018 (dapat diunduh gratis di http://trendforecasting.bekraf.go.id/), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan pakar, peneliti, berbagai asosiasi, dan institusi pendidikan dalam bidang terkait berupaya membantu para pelaku industri ekonomi kreatif dalam membaca dan menginterpretasikan perubahan lajur tren yang sejalan dengan selera masyarakat global, namun tetap mempertahankan warisan budaya serta kearifan lokal. Hal ini juga merupakan bentuk partisipasi aktif dan langkah Bekraf guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat inspirasi tren dunia. 

Perumusan buku ini sendiri disusun dengan teliti berdasarkan serangkaian riset panjang dan tinjauan sejumlah literatur. Ada empat subtema tren yang diangkat, yaitu Archean (bentukan dari bumi), Vigilant (estetika terhitung), Cryptic (rekayasa hayati), dan Digitarian (generasi mayantara). Keempat subtema itulah yang akan kerap mewarnai dunia perancangan/desain di Indonesia selama setahun mendatang.

Kehadiran buku Indonesia Trend Forecasting 2017-2018 diharapkan dapat menjadi solusi dari sejumlah tantangan yang tengah dihadapi oleh empat subsektor ekonomi kreatif (interior, produk, fesyen, kriya) di tanah air. Sekaligus menjadi referensi yang tepat serta strategis agar para produsen memiliki peta acuan jelas, sehingga produk yang diciptakan dapat berdaya saing dan mampu memenangkan persaingan pasar global.

by: Seradona

2 comments:

  1. Thanks for sharing.. Mau belajar banyak tentang cara desain baju tanpa harus mengikuti sekolah desain.. Download E-Book desain baju dari Fitinline yuk..

    ReplyDelete
  2. terimakasi atas informasinya, buku greyzonenya bisa diakses dimana ya selain link diatas?

    ReplyDelete

What I think about The Rise of E-commerce Companies in Modest Fashion Industry in Indonesia

Courtesy: Zaura Models Composite Photo: Alexo Picture Wardrobe: Pret A Porter by Barli Asmara After the strict prohibition in public ...